Sebelum berangkat menggunakan pesawat, penumpang perlu mengetahui aturan mengenai barang bawaan yang diperbolehkan. Setiap maskapai memiliki ketentuan mengenai berat, ukuran, jumlah tas, dan jenis barang yang dapat dibawa selama perjalanan.
Perbedaan aturan tersebut sering menjadi sumber kebingungan, terutama bagi orang yang baru pertama kali melakukan perjalanan udara atau menggunakan beberapa maskapai dalam satu rangkaian perjalanan.
Sebagian penumpang menganggap semua tiket ekonomi menyediakan jatah barang bawaan yang sama. Padahal, kebijakan dapat berbeda berdasarkan maskapai, rute, kelas kabin, jenis tarif, dan pesawat yang digunakan.
Memahami ketentuan bagasi sejak proses pemesanan membantu penumpang mempersiapkan koper dengan tepat, mengurangi risiko biaya kelebihan bagasi, serta menghindari barang yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.
1. Mengenal Perbedaan Bagasi Kabin dan Bagasi Terdaftar
Secara umum, barang bawaan penumpang pesawat dibagi menjadi dua kategori utama.
Bagasi kabin merupakan barang yang dibawa penumpang ke dalam pesawat dan ditempatkan di kompartemen atas atau di bawah kursi sesuai ketentuan keselamatan. Barang dalam kategori ini tetap berada di bawah pengawasan penumpang selama perjalanan.
Sementara itu, bagasi terdaftar merupakan koper atau barang bawaan yang diserahkan kepada petugas ketika check-in untuk dimasukkan ke ruang penyimpanan bagasi pesawat. Penumpang biasanya menerima tanda pengenal bagasi yang digunakan untuk mengidentifikasi barang ketika tiba di destinasi.
Keduanya mempunyai fungsi berbeda.
Barang penting seperti dokumen perjalanan, obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan, dan perangkat elektronik tertentu lebih tepat disimpan dalam tas yang dapat diakses penumpang. Sementara itu, pakaian tambahan, sepatu, dan barang lain yang tidak diperlukan selama penerbangan dapat ditempatkan dalam koper terdaftar.
Namun, tidak semua barang boleh dimasukkan ke dalam kedua kategori tersebut. Baterai lithium cadangan dan power bank, misalnya, harus dibawa dalam kabin sesuai ketentuan keselamatan penerbangan, bukan dimasukkan ke bagasi terdaftar.
2. Periksa Batas Berat dan Ukuran Bagasi Kabin
Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli tiket adalah batas berat dan ukuran tas yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin.
Maskapai dapat menetapkan batas berbeda, sehingga penumpang tidak sebaiknya menggunakan satu standar untuk seluruh penerbangan.
Menurut International Air Transport Association (IATA), kebijakan bagasi kabin dapat berbeda berdasarkan maskapai, kelas kabin, dan jenis pesawat. Sebagai gambaran umum, banyak maskapai menggunakan dimensi maksimal sekitar 56 × 45 × 25 cm, termasuk roda dan pegangan. Namun, angka tersebut bukan standar wajib yang otomatis berlaku untuk semua maskapai.
IATA juga menjelaskan bahwa sebagian maskapai menerapkan pembatasan berat mulai dari 5 kg. Barang yang melebihi ketentuan dapat dipindahkan ke ruang penyimpanan bagasi pesawat.
Sebelum berangkat, lakukan beberapa pemeriksaan:
- Ukur panjang, lebar, dan tinggi koper.
- Pastikan roda serta pegangan ikut diperhitungkan.
- Timbang tas ketika sudah terisi penuh.
- Periksa apakah tersedia tambahan tas pribadi.
- Pastikan barang yang dibawa memenuhi ketentuan keamanan penerbangan.
Jangan hanya mengandalkan ukuran koper yang tertera pada label produk. Isi koper, kantong tambahan, dan aksesori yang menempel dapat membuat ukurannya melebihi batas yang ditetapkan.
3. Memahami Sistem Berat dan Jumlah Koper
Maskapai dapat menggunakan dua pendekatan dalam menentukan jatah bagasi terdaftar, yaitu weight concept dan piece concept.
Pada sistem berat, jatah ditentukan berdasarkan total kilogram yang diperbolehkan. Penumpang dapat membawa satu atau beberapa koper selama jumlah beratnya tidak melewati batas yang diberikan dan tetap memenuhi ketentuan setiap tas.
Sebagai ilustrasi, apabila tiket memberikan jatah 20 kg, penumpang mungkin dapat membagi barang ke dua koper dengan total berat tidak lebih dari ketentuan tersebut, selama aturan maskapai mengizinkannya.
Pada sistem jumlah koper, atau piece concept, jatah ditentukan berdasarkan jumlah koper dan batas berat maksimum untuk setiap koper.
Misalnya, tiket memberikan jatah satu koper dengan batas 23 kg. Dalam kondisi tersebut, membawa dua koper dengan total berat 23 kg belum tentu diperbolehkan karena jumlah koper yang diizinkan hanya satu.
Perbedaan ini penting ketika membandingkan tiket dari maskapai berbeda. Jangan hanya melihat angka kilogram yang tercantum tanpa membaca apakah ketentuan tersebut menggunakan sistem berat atau jumlah barang.
Ada pula batas berat maksimal untuk satu koper. IATA menyebutkan bahwa pedoman keselamatan dan kesehatan kerja internasional merekomendasikan berat satu koper tidak melebihi 23 kg, sementara batas maksimum satu koper di banyak wilayah dapat mencapai 32 kg. Ketentuan maskapai dan aturan setempat tetap harus diperiksa.
4. Perhatikan Kebijakan Bagasi Berdasarkan Rute
Jatah bagasi tidak selalu sama untuk seluruh penerbangan yang dioperasikan oleh satu maskapai.
Beberapa perusahaan penerbangan membedakan jatah berdasarkan rute domestik, internasional, tujuan tertentu, jenis pesawat, dan kelas kabin.
Contohnya, Vietnam Airlines mencantumkan ketentuan bagasi berbeda untuk sejumlah rute internasional. Pada beberapa rute antara Vietnam dan Jepang, perubahan kebijakan untuk tiket yang diterbitkan mulai 29 April 2026 menghasilkan perbedaan jumlah koper yang diperbolehkan dibandingkan ketentuan tiket sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa penumpang perlu memeriksa tanggal penerbitan tiket dan rute yang digunakan, bukan hanya membaca informasi umum tentang bagasi maskapai.
Selain itu, penerbangan codeshare atau penerbangan yang dioperasikan maskapai mitra dapat mempunyai ketentuan tersendiri. Pastikan membaca informasi mengenai maskapai pengoperasi dan ketentuan yang tercantum pada tiket.
5. Memahami Perubahan Kebijakan Bagasi Maskapai
Aturan bagasi dapat diperbarui seiring perubahan operasional maskapai. Karena itu, informasi yang pernah dibaca beberapa bulan sebelumnya belum tentu masih berlaku pada saat keberangkatan.
Salah satu contoh adalah Garuda Indonesia yang mulai menerapkan kebijakan Piece Concept untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan sejak 1 September 2026.
Dalam masa transisi, tiket yang dibeli sebelum tanggal tersebut tetap mengikuti sistem berat, sedangkan tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026 mengikuti sistem jumlah koper dengan batas berat per koper.
Garuda Indonesia juga menjelaskan bahwa tiket lama yang mengalami perubahan atas permintaan penumpang setelah tanggal tersebut dapat mengikuti ketentuan baru. Sementara perubahan akibat gangguan operasional maskapai tetap mengacu pada ketentuan tiket awal.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa tanggal penerbitan tiket dapat memengaruhi ketentuan yang berlaku.
Sebelum perjalanan, periksa kembali informasi pada konfirmasi pemesanan dan halaman resmi maskapai. Jangan menganggap aturan lama otomatis berlaku untuk pemesanan baru.
6. Ketahui Barang yang Tidak Boleh Dibawa Sembarangan
Selain berat dan ukuran, penumpang juga perlu memperhatikan kategori barang yang boleh dibawa ke dalam kabin maupun dimasukkan ke bagasi terdaftar.
Beberapa barang mempunyai pembatasan khusus karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Contohnya:
Power bank dan baterai cadangan. Barang tersebut harus dibawa di kabin sesuai persyaratan keselamatan yang berlaku. Kapasitas dan jumlah yang diizinkan harus diperiksa berdasarkan ketentuan maskapai dan otoritas penerbangan.
Benda tajam. Pisau, gunting tertentu, dan benda tajam lainnya umumnya tidak diperbolehkan masuk kabin, meskipun aturan terhadap jenis barang tertentu dapat berbeda.
Cairan dan aerosol. Banyak negara menerapkan pembatasan jumlah cairan dalam wadah ketika dibawa melalui pemeriksaan keamanan kabin. Periksa ketentuan bandara keberangkatan dan negara yang akan dikunjungi.
Barang mudah terbakar atau berbahaya. Bahan tertentu tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan atau membutuhkan prosedur khusus.
IATA memberikan panduan mengenai pembatasan barang berbahaya, baterai lithium, cairan, dan benda tajam. Namun, ketentuan akhir harus mengikuti aturan maskapai serta otoritas penerbangan di negara terkait.
7. Cara Membandingkan Kebijakan Bagasi Beberapa Maskapai
Ketika menemukan beberapa pilihan penerbangan, gunakan pendekatan yang sama untuk memeriksa ketentuan setiap maskapai.
Pertama, catat jatah bagasi kabin yang diperoleh, termasuk jumlah tas pribadi, berat, dan ukuran maksimal.
Kedua, periksa jatah bagasi terdaftar. Pastikan apakah tiket sudah mencakup koper atau penumpang perlu membeli tambahan kapasitas.
Ketiga, lihat apakah ketentuannya menggunakan sistem berat atau jumlah koper. Informasi ini sangat penting apabila kamu membawa lebih dari satu koper.
Keempat, periksa biaya kelebihan bagasi dan kemungkinan pembelian tambahan sebelum keberangkatan.
Kelima, untuk perjalanan lanjutan, periksa kebijakan setiap maskapai yang terlibat. Jangan menganggap jatah bagasi pada penerbangan pertama otomatis berlaku untuk seluruh perjalanan.
Dengan langkah tersebut, penumpang dapat membandingkan layanan secara lebih objektif dan memilih penerbangan yang sesuai dengan barang bawaan.
8. Tips Mempersiapkan Bagasi Sebelum Berangkat
Setelah memahami kebijakan maskapai, tahap berikutnya adalah mengatur barang bawaan.
Mulailah dengan memisahkan barang berdasarkan kebutuhan. Dokumen, uang, obat-obatan penting, dan barang elektronik tertentu sebaiknya mudah dijangkau selama perjalanan.
Pakaian, perlengkapan mandi yang diperbolehkan, dan barang berukuran lebih besar dapat disusun dalam koper terdaftar. Gunakan tas yang kuat dan sesuai dengan batas dimensi yang berlaku.
Timbang seluruh koper sebelum menuju bandara. Jika beratnya melebihi jatah, pindahkan barang yang memang boleh dibawa ke kabin atau beli tambahan bagasi melalui saluran resmi maskapai.
Jangan menunggu sampai berada di konter check-in untuk mengetahui bahwa koper terlalu berat. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menghindari proses pengemasan ulang yang merepotkan.
Terakhir, pasang identitas pada koper dan simpan foto barang bawaan. IATA juga menyarankan penumpang memberi identitas pada bagian luar dan dalam koper untuk membantu proses pelacakan jika bagasi mengalami masalah.
Memahami perbedaan bagasi kabin dan bagasi terdaftar membantu calon penumpang mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik. Batas berat, ukuran, jumlah koper, dan jenis barang yang diperbolehkan dapat berbeda berdasarkan maskapai, rute, serta jenis tiket.
Sebelum memesan, periksa ketentuan bagasi secara menyeluruh dan pastikan informasi yang digunakan sesuai dengan tanggal penerbitan tiket. Untuk perjalanan dengan beberapa maskapai, baca kebijakan setiap penerbangan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai jatah barang bawaan.
Persiapan yang tepat membuat proses check-in lebih mudah, mengurangi risiko biaya kelebihan bagasi, dan membantu perjalanan berlangsung lebih nyaman.