Banyak calon penumpang bertanya-tanya kapan waktu terbaik untuk membeli tiket pesawat. Ada yang menyarankan memesan pada hari tertentu, ada pula yang mengatakan bahwa tiket akan semakin murah jika menunggu mendekati keberangkatan. Saran seperti ini mudah ditemukan, tetapi tidak selalu cocok untuk setiap rute dan tanggal perjalanan.

Harga tiket pesawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan, ketersediaan kursi, musim perjalanan, dan karakteristik rute. Akibatnya, strategi yang berhasil untuk satu perjalanan belum tentu memberikan hasil serupa pada perjalanan lainnya.

Cara yang lebih masuk akal adalah memulai pencarian sesuai rencana perjalanan, membandingkan harga dari waktu ke waktu, dan menentukan batas anggaran sebelum memesan. Dengan pendekatan tersebut, keputusan tidak hanya bergantung pada tebakan mengenai kapan harga akan turun.

1. Apakah Ada Hari Terbaik untuk Memesan Tiket?

Anggapan bahwa tiket pesawat selalu lebih murah jika dipesan pada hari Selasa atau Rabu sering muncul dalam pembahasan perjalanan. Namun, tidak ada satu hari pemesanan yang dapat dijamin paling murah untuk seluruh maskapai dan rute.

Dalam analisis yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Google membagikan hasil pengolahan data penerbangan selama lima tahun untuk keberangkatan dari Amerika Serikat. Analisis tersebut menemukan bahwa hari Rabu hanya memberikan penghematan rata-rata sekitar 1,4% dibandingkan hari Minggu sebagai hari pemesanan yang paling mahal dalam data tersebut. Perbedaannya relatif kecil.

Temuan ini memperlihatkan bahwa penumpang sebaiknya tidak menunda transaksi hanya demi menunggu hari tertentu. Data tersebut juga berasal dari pasar Amerika Serikat, sehingga angka penghematannya tidak boleh dianggap sebagai patokan langsung untuk rute dari Indonesia.

Daripada terpaku pada kalender mingguan, perhatikan harga aktual untuk rute, tanggal, dan kondisi tiket yang dibutuhkan. Jika sebuah penawaran sudah sesuai dengan anggaran dan jadwal, tidak ada jaminan bahwa menunggu hari berikutnya akan menghasilkan harga lebih baik.

2. Seberapa Jauh Hari Sebelum Keberangkatan Sebaiknya Memesan?

Jarak antara tanggal pemesanan dan keberangkatan sering menjadi pertimbangan penting. Memesan terlalu dekat dengan tanggal perjalanan dapat membatasi pilihan, sedangkan memesan terlalu awal belum tentu menghasilkan tarif terendah.

Tidak ada satu rentang waktu yang berlaku untuk semua penerbangan. Meski demikian, data historis dapat membantu memberikan gambaran awal.

Dalam analisis Google Flights untuk keberangkatan dari Amerika Serikat yang dirilis pada Oktober 2026, harga rata-rata terendah untuk penerbangan domestik ditemukan sekitar 39 hari sebelum keberangkatan, dengan rentang harga rendah sekitar 22–57 hari. Untuk penerbangan internasional, harga rata-rata terendah ditemukan sekitar 89 hari sebelumnya, tetapi selisih harga dalam rentang harga rendah yang diamati tidak cukup signifikan untuk menjadikan angka itu aturan universal. Google tetap menyarankan perencanaan lebih awal untuk perjalanan internasional.

Angka tersebut merupakan gambaran historis untuk pasar yang dianalisis, bukan jaminan waktu terbaik bagi penumpang di Indonesia.

Untuk menerapkannya dalam perencanaan sehari-hari, pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Perjalanan dengan tanggal tetap: mulailah membandingkan harga lebih awal agar memiliki waktu untuk memeriksa pilihan.
  • Perjalanan pada musim liburan: beri perhatian lebih pada ketersediaan kursi dan pilihan jadwal karena permintaan dapat meningkat.
  • Perjalanan dengan tanggal fleksibel: bandingkan beberapa hari keberangkatan dan kepulangan untuk melihat apakah perubahan jadwal memberikan penghematan berarti.
  • Perjalanan mendadak: bandingkan pilihan yang tersedia saat ini dan perhitungkan biaya total, alih-alih mengandalkan asumsi bahwa tarif akan turun mendekati keberangkatan.

Tujuannya bukan menemukan satu angka sakti, melainkan membangun kebiasaan memantau harga sejak rencana perjalanan mulai terbentuk.

3. Mengapa Menunggu Harga Turun Bisa Menjadi Risiko?

Sebagian calon penumpang sengaja menunda pembelian karena berharap mendapatkan penawaran yang lebih murah. Strategi ini dapat masuk akal apabila tanggal perjalanan masih fleksibel dan harga yang tersedia belum sesuai dengan anggaran. Namun, menunggu juga memiliki risiko.

Kursi pada kelompok tarif tertentu dapat habis. Perubahan permintaan dapat memengaruhi harga. Selain itu, semakin dekat dengan tanggal keberangkatan, pilihan jadwal yang cocok mungkin menjadi lebih terbatas.

Bayangkan seseorang harus terbang pada tanggal tertentu untuk menghadiri acara keluarga. Ia menemukan tiket dengan tarif yang masih sesuai anggaran, tetapi memutuskan menunggu beberapa hari karena berharap harga turun. Jika tarif kemudian naik, ia mungkin harus membayar lebih mahal atau memilih jadwal yang kurang nyaman.

Dalam situasi seperti ini, keputusan memesan tidak hanya berhubungan dengan harga. Kepastian perjalanan juga memiliki nilai.

Google Flights menyediakan petunjuk harga berdasarkan tren historis, termasuk indikasi bahwa harga kemungkinan tidak turun sebelum pembelian atau berpotensi meningkat. Google menjelaskan bahwa prediksi tersebut menggunakan pola harga sebelumnya dan tetap memiliki ketidakpastian.

Karena itu, anggap perkiraan harga sebagai alat bantu, bukan kepastian mengenai masa depan. Jika harga saat ini sudah sesuai dengan batas anggaran dan kebutuhan perjalanan sudah pasti, pertimbangkan manfaat mengamankan jadwal dibandingkan kemungkinan penghematan yang belum tentu terjadi.

4. Bedakan Hari Memesan dan Hari Terbang

Salah satu sumber kebingungan dalam mencari tiket murah adalah tercampurnya dua pertanyaan: kapan membeli tiket dan kapan berangkat.

Keduanya merupakan keputusan yang berbeda. Hari pemesanan berhubungan dengan waktu transaksi dilakukan, sedangkan hari keberangkatan dapat memengaruhi pilihan jadwal, tingkat permintaan, dan tarif yang tersedia.

Google Flights memiliki fitur kalender tanggal dan grafik harga yang memungkinkan pengguna membandingkan tarif pada berbagai tanggal keberangkatan. Fitur tersebut juga dapat membantu pengguna mengeksplorasi perubahan harga ketika tanggal perjalanan masih fleksibel.

Contohnya, jika rencana awal adalah berangkat pada hari Minggu, periksa apakah keberangkatan pada hari Sabtu atau Senin masih memungkinkan. Perubahan satu atau dua hari mungkin memberikan pilihan dengan tarif berbeda.

Namun, jangan menganggap hari kerja selalu murah atau akhir pekan selalu mahal. Perbedaan harga bergantung pada rute dan kondisi pencarian yang sedang berlangsung.

Sebelum mengubah jadwal, hitung pula biaya yang mungkin muncul akibat tambahan menginap, perubahan transportasi darat, atau penyesuaian agenda. Penghematan tiket tidak selalu berarti penghematan perjalanan secara keseluruhan.

5. Gunakan Pelacakan Harga untuk Mengamati Perubahan

Ketika perjalanan belum perlu segera dibayar, fitur pelacakan harga dapat membantu memantau perkembangan penawaran.

Google Flights memungkinkan pengguna mengikuti perubahan harga untuk rute atau penerbangan tertentu. Pengguna bisa memilih tanggal khusus maupun tanggal fleksibel, lalu menerima pemberitahuan melalui email ketika perubahan harga yang signifikan terdeteksi.

Cara menggunakannya cukup sederhana:

  1. Masukkan bandara keberangkatan dan destinasi.
  2. Tentukan jumlah penumpang, kelas kabin, dan jumlah transit yang sesuai.
  3. Pilih tanggal perjalanan atau aktifkan opsi tanggal fleksibel jika tersedia.
  4. Aktifkan fitur pelacakan harga.
  5. Periksa pemberitahuan yang masuk dan bandingkan kembali tarif pada halaman pemesanan.

Pelacakan akan lebih berguna jika kriteria pencarian konsisten. Jangan membandingkan harga penerbangan langsung dengan penerbangan transit tanpa mempertimbangkan perbedaan waktu dan biaya.

Perlu diingat bahwa pemberitahuan harga tidak menjamin penawaran akan tersedia selamanya. Ketersediaan dan harga akhir tetap harus dikonfirmasi sebelum pembayaran.

6. Tetapkan Batas Harga sebelum Membeli

Tanpa batas anggaran, proses mencari tiket bisa berlangsung terlalu lama. Penumpang terus membandingkan pilihan meskipun sudah menemukan penawaran yang cukup baik untuk kebutuhannya.

Untuk menghindari hal tersebut, tentukan kisaran biaya yang masuk akal sejak awal. Batas ini sebaiknya memperhitungkan tarif dasar, bagasi, pemilihan kursi jika diperlukan, dan biaya terkait lainnya.

Sebagai contoh, seseorang menetapkan anggaran Rp2.000.000 untuk satu perjalanan. Ketika menemukan penerbangan seharga Rp1.750.000, ia tidak langsung mengambil keputusan, tetapi memeriksa biaya tambahan dan jadwalnya terlebih dahulu.

Jika total biaya masih dalam anggaran dan jadwal sesuai, penawaran itu dapat dipertimbangkan secara serius. Sebaliknya, apabila harga awal yang terlihat rendah ternyata membutuhkan biaya tambahan yang besar, pencarian dapat dilanjutkan untuk menemukan alternatif yang lebih sesuai.

Menentukan batas ini membantu proses waktu pemesanan menjadi lebih terukur. Keputusan tidak lagi hanya bergantung pada rasa takut kehilangan penawaran ataupun harapan bahwa harga akan selalu turun.

7. Sesuaikan Strategi dengan Jenis Perjalanan

Strategi pembelian juga perlu memperhatikan karakter perjalanan.

Liburan dengan tanggal fleksibel. Bandingkan beberapa tanggal dan pantau perubahan harga sebelum menentukan pilihan akhir.

Perjalanan pada hari libur besar. Mulailah merencanakan lebih awal. Tanggal yang sangat diminati dapat membatasi ketersediaan penerbangan yang sesuai.

Perjalanan bisnis. Prioritaskan kepastian jadwal, durasi, dan aturan perubahan apabila agenda berpotensi bergeser. Selisih tarif kecil mungkin tidak sebanding dengan risiko kehilangan waktu.

Perjalanan internasional. Perhitungkan persiapan dokumen, kebutuhan transit, dan waktu yang diperlukan sebelum keberangkatan. Jangan menunda hanya demi mengejar kemungkinan penurunan harga.

Dalam setiap situasi, bandingkan tarif penerbangan berdasarkan rute, jadwal, serta ketentuan yang sepadan. Strategi yang sesuai untuk perjalanan singkat dengan tanggal fleksibel tidak selalu tepat untuk perjalanan penting yang waktunya tidak dapat diubah.

Waktu terbaik untuk membeli tiket pesawat tidak dapat ditentukan hanya dengan mengandalkan satu hari dalam seminggu atau aturan jumlah hari sebelum keberangkatan. Data historis dapat memberi petunjuk, tetapi hasilnya tetap bergantung pada rute, tanggal, dan pasar yang dianalisis.

Mulailah mencari ketika rencana perjalanan sudah cukup jelas, bandingkan beberapa alternatif tanggal, manfaatkan pelacakan harga, dan tentukan batas anggaran. Jika tanggal sudah pasti, pertimbangkan pula nilai kepastian jadwal dibandingkan potensi penghematan yang belum tentu datang.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan membeli tiket menjadi lebih rasional dan tidak terlalu bergantung pada mitos. Tujuan utamanya bukan menebak harga terendah dengan sempurna, tetapi memilih penawaran yang sesuai dengan anggaran, jadwal, dan kebutuhan perjalanan.